Memilih karpet yang tepat merupakan tugas yang tidaklah mudah bila kita tidak mempunyai pengetahuan sama sekali tentang karpet yang diinginkan. Karpet yang dipilih tidak hanya berdasarkan motif dan warna, tetapi juga dapat dilihat dari segi lainnya seperti ketebalan, nilai artistik, bahan pembuatnya,dan  bahkan harganya. Jadi kenalilah jenis-jenis karpet yang tersedia di pasaran dalam artikel kali ini untuk mempermudah pemilihan karpet yang tepat sesuai kebutuhan anda.

Proses memilih karpet di jaman sekarang tidaklah semudah di jaman dahulu ketika jenis-jenis karpet hanya sedikit jumlahnya. Karpet di jaman modern ini sudahlah sangat bervariasi. Tidak hanya dari cara pembuatan karpet dengan tangan atau karpet hand-made, tetapi juga sudah sangat populer pembuatan karpet dengan mesin. Hand-made karpet ini biasanya unggul dalam hal keunikan motif dibandingkan dengan karpet buatan mesin yang memiliki motif persis sama dalam satu produksi. Oleh karenanya hand-made karpet lebih mahal karena dihargai dari segi artistik dan merupakan jenis karpet yang menjadi koleksi setingkat benda-benda antik dan benda bernilai seni tinggi. Untuk prestise dan budget yang memadai, karpet hand-made dapat di buru sebagai pilihan utama, selain bernilai seni, juga bernilai barang antik. Untuk kemudahan dan variasi motif dan warna yang beragam, karpet buatan mesin memberikan pilihan yang sangat beragam yang pasti salah satunya akan memberi kecocokan dengan nuansa ruangan yang sedang dirancang.

Untuk mengikuti perkembangan pasar, karpet sekarang ini juga terbagi dalam berbagai macam tingkat harga,  kualitas, dan motif. Secara umum motif karpet terbagi dalam 2 kategori besar, yaitu motif klasik dan motif modern. Motif karpet klasik banyak merujuk ke jenis-jenis karpet Persia yang mengandalkan hiasan-hiasan ornamental untuk mempercantik tampilan karpet. Sedangkan untuk motif modern, sesuai perkembangan selera modern, lebih mengandalkan kesederhanaan antara perpaduan garis-garis dan warna-warna modern. Cocokan dengan rencana nuansa ruang untuk memilih motif yang tepat. Nuansa karpet motif klasik akan memberikan citra yang lebih elegan dan mewah, sedangkan motif karpet modern akan memberikan pilihan lebih banyak dan flesibel dalam tema nuansa ruangan yang dirancang.

Selain motif, yang utama dalam membedakan karpet adalah tebal dan tipisnya. Tebal dan tipisnya sebuah karpet sangat dipengaruhi oleh material pembuatnya dan struktur karpet tersebut yang dihasilkan melalui proses pembuatan yang berbeda. Beberapa teknik pembuatan karpet yang terkenal antara lain adalah loop, heat set, dan falt woofen.Teknik pembuatan karpet dengan heat set akan menghasilkan karpet berbulu gimbal dan standar. Sebagian lebih memilih karpet yang tebal dengan alasan lebih empuk dan nyaman. Tetapi karpet yang lebih tipis juga memberikan keunggulan dalam hal perawatan dan kenyaman sewaktu diinjak. Yang patut menjadi acuan adalah kegunaan dari karpet pada ruangan tersebut, apakah untuk diduduki atau hanya sebagai alas lantai. Tebal tipisnya sebuah karpet juga dapat menambah kesan pada nuansa ruangan, sehingga lebih baik pemilihan tebal tipisnya karpet dicocokkan juga dengan rancangan nuansa ruangan.

Jenis material pembuat karpet secara umum ada 5 jenis, yaitu wol, sutera, polpropeline, nilon, dan kulit binatang. Karpet jenis wol menjanjikan material yang kuat, warna-warna yang cerah, dan ketahanan warna yang tinggi. Karpet jenis sutera merupakan yang termahal. Karpet sutera memberikan kelebihan-kelebihan dari segi bahannya, yaitu kehalusan dan kekuatan warna yang tidak bisa didapat dari bahan-bahan lainnya. Harga karpet sutera ini bisa mencapai ratusan juta.

Untuk harga yang lebih terjangkau dapat dipilih karpet dengan bahan polipropeline. Karpet ini tergolong cukup kuat, hanya saja warna nya tegolong cepat pudar dibanding dengan jenis karpet lainnya dan juga karpet jenis polipropeline ini cepat menangkap debu sehingga lebih mudah kotor dan membutuhkan perawatan yang lebih karena kotoran tidak mudah diangkat oleh vacuum cleaner.

Sedangkan untuk karpet nilon, harganya masih lebih mahal dibanding karpet polipropeline dan masih lebih murah dibanding karpet berbahan wol. Keunggulannya adalah karpet nilon tidak mudah dilekati oleh kotoran dan debu. Sehingga karpet jenis nilon mudah dibersihkan, cukup dengan vacuum cleaner akan dapat mengangkat dan menghisap kotoran yang ada pada permukaan karpet nilon tersebut.   

Yang terakhir adalah karpet dengan bahan kulit. Karpet ini tergolong ekslusiv dan mewah, sehingga harganya juga cukup tinggi. Keunggulannya terletak pada kelembutannya dan keunikannya. Kekurangan karpet ini adalah mudah mengkap debu, sehingga cepat kotor dan sulit dibersihkan.

Karpet jenis apapun yang dipilih, pastikan memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan rancangan ruangan. Dengan mengenal jenis-jenis karpet tersebut akan memudahkan bagi kita untuk merencanakan pembelian karpet. Demikian artikel kali ini dari MitraKarpet.com, semoga bermanfaat. Selamat berburu karpet!!

Dari berbagai sumber.

0/5 (0 Reviews)

Pin It on Pinterest

Share This