Liputan harian RADAR BOGOR, RABU 15 APRIL 2009

CITEUREUP – BANYAK usaha yang mengalami stagnasi saat daya beli masyarakat turun. Tapi tidak dengan Toko Mitra Karpet  di Jalan Mayor Oking No. 8 Citeureup. Pemilik Toko Mitra Karpet Hadi Suseno mengaku mampu menjual 150 pieces dalam seminggu atau sebulan 600 pieces.

Pria yang akrab dipanggil Seno ini menjelaskan, karpet paling diminati adalah model Persia dan Belgia. “Model karpet Persia ini agak tebal dan daya tahannya bisa mencapai 15 tahun. Kedua model ini diminati karena coraknya beragam. Ada yang minimalis, abstrak, elegan dan trendi,” ujarnya.

Pria asli Madiun ini menjelaskan, konternya bisa menjual karpet lebih murah karena barang yang dijual adalah harga grosir.  Harga karpet model Persia dengan merek Extacy misalnya, dijual Rp350 ribu untuk ukuran  2,4mx1,7m. “Merek ini diminati karena murah dan mutunya bagus,” timpalnya.
 
Sedangkan model Belgia merek Almaya dengan ukuran 2,2 m dan 1,6 m harganya malah lebih murah, yakni Rp170.000. Merek lain yang diminati adalah Samira dengan harga Rp240.000 untuk ukuran 2,4 m x 1,7 m. “Merek ini juga bisa tahan hingga 15 tahun,” imbuhnya.

Bahkan Toko Mitra Karpet yang dikelola Seno baru pindah. Sebelumnya dia mengelola Toko Buana dekat Pasar Citeureup. “Saya baru pindah empat bulan, karena butuh ruang yang lebih luas. Toko yang dulu tidak cukup untuk menyimpan karpet. Lagi pula di sini prospeknya lebih bagus,” kata Seno.

Ia telah berkecimpung di bisnis karpet enam tahun. Dalam periode itu ia bisa memastikan kalau tokonya adalah konter karpet paling besar di Citeureup dan Cibinong.
“Saya fokus berjualan karpet. Tambahan barang yang ada di toko ini hanya sajadah dan lampit dari Kalimantan,” ujar Seno.

Pengunjung yang datang ke tokonya, rata-rata pedagang dengan tujuan untuk menjual kembali karpet yang ada. “Pedagang itu dari Banten, Depok, Banten, Cikarang dan Karawang. Saya juga tidak tahu kenapa mereka memilih belanja sampai jauh ke sini. Di antara mereka kenal saya sejak berjualan di pasar kaget di Pemda Cibinong,” pungkasnya.(cr5)

Dimuat pada harian RADAR BOGOR, RABU 15 APRIL 2009